Filed Under (New Mindset) by Dimas Septiawan on 19-03-2011
The Turn Back Point
Adalah Paris Sembiring, yang semula hanya seorang tukang becak, namun hari ini, ia lebih dikenal sebagai penggerak rasa cinta lingkungan.
Kisahnya berawal dari 1997, ketika ia berteduh pada sebuah pohon mahoni, saat ia terbangun, biji-biji mahoni berjatuhan di sekitarnya. Ia mengambil, lalu menanamnya di pekarangan belakang kontrakannya. Hal itulah yang menumbuhkan rasa cintanya akan lingkungan. Tahun 2004, ia membuat bank pohon, dan jutaan pohon telah ia sumbangkan.
Sahabat Excellent, percayalah bahwa biji-biji mahoni tak jatuh dengan sendiri. Semuanya karena Tuhan, meski demikian ia tak akan seperti sekarang, jika ia tak memanfaatkan peluang dan kesempatan.
Sahabat Excellent, lebih peka dan lebih jelilah untuk melihat kesempatan kecil yang Tuhan berikan. Dan akuilah Beliau atas kesuksesan Anda sebagai jaminan kesuksesan Anda.
EXCELLENT MINDSET!
Mindset Jadul
“Kau masih muda, tak mungkin itu mustahil, jangan terlalu berharap!”
Sahabat, sebagai anak muda, kita seringkali mendapat perkataan yang demikian. Tentu tak enak didengar dan menyakiti hati kita. Taukah kita, bahwa pola pikir semacam itu ialah pola pikir yang jadul. Jangan kita dengarkan, dan jangan kita memperkatakannya kepada orang lain.
Sederhananya, mindset yang jadul terbentuk karena melihat sebuah kemustahilan dalam diri seseorang atau pada suatu kondisi. Hal ini tercipta karena “kemanusiawian” kita, bukankah Tuhan akan menyertai setiap tingkah laku kita, ketika kita memanggil nama-Nya? Mengapa kita masih berlindung pada sifat kita yang lemah? Memang saat Tuhan bertindak, kita tidak melihatnya secara nyata. Tapi, jika ingin menjadi pribadi Excellent (luar biasa), buatlah mindset yang Excellent, yang melihat kemustahilan, tapi tetap berharap pada Tuhan.
EXCELLENT MINDSET!
Filed Under (Step To Success) by Dimas Septiawan on 16-03-2011
Navigasi Kesuksesan
Sahabat, kesuksesan itu seperti sebuah jalan yang panjang, yang tak pernah kita ketaui ujungnya. Lantas bagaimana untuk mencapainya?
Sama seperti ketika kita dalam perjalanan kita ke suatu tempat, kita harus mengenal setiap jalur yang harus kita tempuh, dan kita bisa menggunakan sebuah alat navigasi. Begitu pula dalam kesuksesan Anda.
Navigasi kesuksesan kita ialah hati kita yang baru dan luar biasa. Kita perlu datang pada Beliau untuk memberikan hati yang baru, agar navigasi tersebut mengantarkan kita pada kesuksesan.
Belum berhenti di situ, Anda harus mengerti setiap dari rambu-rambu dari navigasi tersebut. Rambu-rambu itu ialah kedamaian hati kita. Ketika kita berlaku tidak anggun di hadapan Sang Pencipta, ketika kita tak menghiraukan peringatan Beliau, navigasi tersebut akan menyala sebagai alarm untuk kita dan menuntun kita pada jalur yang tepat.
Excellent Mindset.
Filed Under (Step To Success) by Dimas Septiawan on 16-03-2011
Loving Your Job is Loving Your Future
“Jika Anda ingin berbahagia selama satu jam, silakan tidur siang. Jika Anda ingin berbahagia selama satu hari, pergilah berpiknik. Bila Anda ingin berbahagia seminggu, pergilah berlibur. Bila Anda ingin berbahagia selama sebulan, menikahlah. Bila Anda ingin berbahagia selama setahun, warisilah kekayaan. Jika Anda ingin berbahagia seumur hidup, cintailah pekerjaan Anda (Promod Brata)”
Sahabat, bagaimana dengan aktifitas Anda hari ini? Studi Anda? Tugas di kantor Anda? Bisnis internet Anda? Pelayanan Anda kepada Tuhan? Apakah luar biasa?
Sahabat, setiap kali ada masalah datang, bukan untuk melemahkan kualitas diri Anda. Segera bangkit untuk menyadari bahwa masalah datang pada pekerjaan Anda untuk menguji Anda, seberapakah Anda mencintai kehidupan Anda. Jika Anda sangat mencintai seluruh kehidupan Anda, maka Anda akan mencintai setiap potongan waktu dalam hidup Anda, termasuk aktifitas Anda.
Selamat mencintai pekerjaan Anda.
Filed Under (New Mindset) by Dimas Septiawan on 15-03-2011
The Best Is Yet Come
“Padahal sudah datang pada Tuhan, sudah melakukan yang terbaik, juga tak pernah berbuat dosa. Tapi, kenapa seperti ini?” kalimat ini terdengar tak asing di telinga kita, mengapa?
Banyak sekali pribadi yang melihat kehidupan sebagai suatu perjalanan dan proses yang panjang, tanpa kita sadari dimana ujungnya. Tak ada jaminan pasti yang bisa membuat kita sukses 100%, sekalipun Anda bersama Tuhan, Anda tetap harus melakukan sesuatu.
Tuhan dan kehidupan selalu menyembunyikan hal terindah di dalamnya. Dan begitu banyak orang menganggapnya sebagai suatu ketidak pastian yang menyusahkan, lalu mengambil jalan pintas.
Sahabat, mari kita belajar bersama untuk bersyukur dan bersabar. Jangan meminta kesabaran, karena kesabaran ialah sebuah proses. Tapi, putuskanlah bahwa Anda harus bersabar menunggu “bahwa yang terbaik belum datang”.
Tuhan memberkati.
Filed Under (Step To Success) by Dimas Septiawan on 14-03-2011
Sahabat, 1 kata yang menjadi tolak ukur dari seberapa besar kasitas kita ialah “kepercayaan”.
Begitu banyak orang ingin dipercaya dan 2 cara yang biasa menjadi pilihan mendapatkannya.
Yang pertama, pribadi yang menggunakan lidah dan bibirnya untuk membuat orang lain percaya pada kita, kelompok ini lebih dominan.
Namun, sebagaian lagi menggunakan hidupnya menjadi bukti bagi orang lain.
Lantas, apa bedanya?
Pribadi yang menggunakan bibirnya sebenarnya “tidak pernah menginginkan kesuksesan”, mengapa? Mereka melakukan demikian hanya untuk membuat zona nyamannya saja yang semakin melemehkan kualitas dirinya, karena tak memiliki tanggung jawab dan prioritas dalam hidupnya.
Pribadi yang kedua juga tidak menginginkan kesuksesan dalam artian, mereka lebih menginginkan proses yang menjadikannya pribadi luar biasa.
Bagaimana dengan Anda?
“One action is better than just one word”
Salam Excellent
Filed Under (Step To Success) by Dimas Septiawan on 13-03-2011
Ada sebuah lagu mengenai seorang pria yang belum bertemu dengan pujaannya.
Dia berkata bahwa dia menyemangati dirinya, menjaga semangatnya, bekerja keras dan membuat beribu alasan untuk melakukannya, bahkan jika harus, ia akan memberikan lebih dari yang ia dapat.
Sahabat, seringkali kita menyerah ketika kesuksesan kita ada di depan mata. Membentuk diri kita sebagai korban dari keadaan dan menjadi peratap kehidupan.
Mengapa kita tidak menjadikan jarak kesuksesan kita sebagai sebuah semangat baru untuk melakukannya dan mendapatkannya? Jika kita berpikir, mungkin akan gagal, berarti ada kemungkinan pula untuk berhasil. Bertarunglah dengan ketakutan Anda dan lawanlah ia hingga kalah, jika Anda tak melawannya, jangan pernah untuk mencapai level yang lebih tinggi. Buatlah diri Anda tersemangati dengan membuat beribu alasan dan mindset, “bahwa Anda bisa melakukannya dan bahwa jika Anda tidak melakukannya, Anda akan menyesal seumur hidup Anda”. Jadikan kesuksesan sebuah pribadi yang Anda impi-impikan untuk Anda temui.
“Kejar, berlari lalu tangkap dan jangan pernah melepaskan kesuksesan Anda”
Salam Excellent!
Filed Under (Uncategorized) by Dimas Septiawan on 12-03-2011
Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!